Ramen 38 (Sanpachi)

Pada review restoran terakhir, saya mengunjungi restoran Italia di Cilandak Town Square (Citos), kali ini saya akan mebahas salah satu restoran Jepang yang ada di Citos, Ramen 38 atau Ramen Sanpachi (dalam bahasa Jepang). Jika ada pertanyaan atau pernyataan Citos lagi Citos lagi. Hal ini bukan karena saya dibayar oleh pihak manajemen Citos ataupun mempromosikan Citos, tetapi semata-mata karena memang Citos adalah salah satu mal yang paling dekat dengan rumah saya.

Okaerinasai!!! Selamat datang di Ramen 38.

 

Ramen adalah salah satu masakan favorit saya, mulai dari ramen jepang, ramen jawa hingga indoramen (coba ganti kata ramen dengan mie, secara harfiah arti ramen adalah mie). Saya ingin mencoba ramen gara-gara melihat anime Naruto, dimana Naruto sangat suka mengunjungi Ichikaru Ramen dan memakannya dengan lahap. Langsung saja saya mencari restoran ramen, dan akhirnya menemukannya di salah satu restoran di mal Paris Van Java (kejadian di tahun 2006, Bandung). Meskipun kebanyakan masakan Jepang kurang cocok dengan lidah saya, tetapi untuk ramen bisa klop.

Butuh pelengkap rasa?

Oke, cukup dengan nostalgianya, kembali ke Ramen 38. Ketika masuk ke dalam restoran ini, saya dan istri disambut dengan teriakan Okaerinasai!!! dari para pegawai Ramen 38. Bingung mau jawab apa, saya tersenyum dan menganggukkan kepala saja. Ramen 38 ini benar-benar merah. Suasana dan kesan yang ditimbulkan akibat pencahayaannya adalah warna merah. Dinding-dinding dihiasi dengan gambar menu-menu ramen dari restoran tersebut. Restoran ini termasuk ramai oleh tamu, saat kami datang hampir semua bangku terisi penuh. Meskipun tidak terlalu luas, tetapi restoran ini cukup nyaman.

Miso ramen, pesanan istri.

Variasi ramen yang ditawarkan Ramen 38 sangat beragam, banyak pilihan rasa. Lebih banyak daripada restoran ramen yang biasanya saya kunjungi. Mulai dari yang standar ditemui di restoran ramen seperti shoyu ramen dan miso ramen, hingga yang aneh dan baru pertama kali saya dengar seperti oxtail stamina ramen. Salah satu menu andalan Ramen 38 adalah Jigoku Ramen (diterjemahkan mie dari neraka, serem bener), ramen pedas yang memiliki level kepedasan sesuai selera kita. Untuk level 1-10 tidak dikenakan biaya tambahan, tetapi level 11 keatas kita dikenakan biaya tambahan.

Penampakan jenggot oxtail stamina ramen. Daging, daging, dan daging.

Pilihan saya jatuh di oxtail stamina ramen dan istri saya memilih miso ramen. Untuk minumannya saya memesan mocktail dan istri saya memesan jus buah. Dan rasanya memang Oishii!!!. Kaldunya nonjok dan pastinya mantap, dengan toping daging yang tidak tanggung-tanggung banyaknya, empuk, dan lezat. Setelah kita puas menikmati hidangan utama di Ramen 38, kita mendapatkan hidangan penutup, puding, secara cuma-cuma. Jika anda tidak terlalu suka dengan ramen, banyak pilihan hidangan lain yang bisa anda pesan. Mulai dari menu nasi hingga camilan.

Satu lagi yang tidak kalah penting, Ramen 38 di Citos mengikrarkan bahwa restoran tersebut No Pork alias tidak menggunakan babi. Berbeda dengan pusatnya yang terletak di jalan Melawai, yang katanya ada beberapa menu yang menggunakan babi. Setelah menulis review ini saya jadi ingin makan ramen lagi.

Peta Lokasi Izzi Pizza, Citos

Ramen 38 (Sanpachi)

Lokasi: Cilandak Town Square Lantai 2, Jl. T.B. Simatupang Kav 17, 12430, Jakarta Selatan, Indonesia

Harga: Rp 40.000 – Rp 60.000

*Tepat pada tanggal 14 Januari 2011 umur sauskecap.com genap 1 tahun

Leave a Reply