Akhir pekan lalu saya dan keluarga kembali bernostalgia di Bandung. Sebenarnya hampir setiap bulan saya pergi ke Bandung, tetapi hanya menjalankan tugas, jarang mampir-mampir, rute perjalanan, lokasi, ya itu-itu saja. Bagi istri saya, sudah satu setengah tahun sejak terakhir kami jalan-jalan di Bandung. Apalagi Malya, ini pertama kalinya dia menginjakkan kaki di tanah parahiyangan. Sebelumnya dia masih ada di dalam kandungan.
<–Tersangka yang bersekongkol minta jalan-jalan ke Bandung. Untuk mengenang masa kuliah (dan alasan ngirit), kami sengaja memilih hotel di sekitar dago dan menyewa motor untuk akomodasi dan transportasi. Menginat waktu kuliah kami sama-sama nge-kos di daerah Dago dan kemana-mana selalu naik motor. Jadi liburan kali ini kami hanya ingin jalan-jalan dan mengunjungi tempat-tempat favorit kami kala itu. Kami tiba di hotel jam 2 siang dan minta tolong untuk di drop motor jam 3 sore.
Kami memulai jalan-jalan sore dengan mengunjungi Jalan Tubagus Ismail alias tempat kos kami. Lalu mampir ke Bakso Mandeep di Jalan Dipati Ukur. Bakso ini adalah favorit kami di Bandung, biasanya setelah jogging sore, pacar saya (kala itu) minta jatah Bakso Mandeep. Bakso ini memiliki banyak variasi dan rasanya istimewa. Dua tahun tidak mampir kesini harganya sudah naik dua kali lipat, tetapi menurut saya tetap worth to buy.

Bakso mandep memiliki banyak varian, mulai dari bakso standar, gorengan, tahu, hingga siomay.
Selanjutnya kami jalan ke mall Paris Van Java (PVJ), karena pada kunjungan tahun sebelumnya kami sudah jalan-jalan di daerah seputar Dago. Lalu dilanjutkan dengan mengunjungi daerah Setia Budi untuk makan malam. Kami memilih untuk makan di Suis Butcher daerah Setia Budi, salah satu resto steak favorit kami di Bandung. Saya jatuh cinta dengan steak dan wafel kentang entrecote. Setelah makan malam, kami memutuskan untuk kembali ke hotel dan melanjutkan jalan-jalan keesokan hari.

Ngopi Doeloe, salah satu tempat nongkrong favorit saya. Nyaman dan harganya pas di kantong.
Setelah sarapan di hotel, kami melanjutkan jalan-jalan. Kali ini tujuan kami adalah Lembang, tapi lewat ke eks kampus terlebih dahulu di Jalan Ganesha. Saat kuliah kami sering jalan-jalan ke Lembang di pagi hari. Tidak mampir kemana-mana, hanya jalan menikmati pemandangan dan udara segar. Kami mengulangi masa-masa itu. Lalu mampir untuk jajan dan minum di cafe Ngopi Doeloe Dago. Kami mencoba omlet menu sarapan Ngopi Doeloe. Cafe ini juga menjadi salah satu spot favorit kami untuk nongkrong. Menu lengkap, rasa nikmat, tempat nyaman, dan yang penting cocok di kantong mahasiswa.

Saya suka omlet di pagi hari (apalagi ditambah nasi uduk lengkap dengan kering tempe).
Terakhir, berkunjung ke Bandung tidak lengkap rasanya apabila tidak mampir ke FO. Pilihan kami jatuh di Rumah Mode, Setia Budi. Tempatnya nyaman, luas, dan lengkap. Setelah puas berbelanja (baca: kehabisan uang), kami kembali ke hotel dan meminta tolong agar motor diambil.
Biaya Akomodasi & Transportasi:
Bus Primajasa Lebak Bulus – Luwi Panjang: @Rp 50.000
Taxi Luwi Panjang – Dago: Rp 32.000
Hotel Royal Dago: Rp 390.000
Rental Motor: Rp 60.000 + Rp 15.000 (drop motor) + Rp 15.000 (ambil motor)
Bus DAMRI Dago – Luwi Panjang: @Rp 2.000
Bensin: Rp 15.000




23 Oktober 2012 pada 12:26
Asyik kalau bisa mengadakan penelusuran tempat yang menjadi kenangan…
Kalau saya sendiri agak bosan, karena tempat kenangan saat pacaran ya kota yg sekarang saya tinggali. Jika mau, setiap hari melewati jalan kenanganpun bisa
Apa saya harus pindah ya???
[Balas]
24 Oktober 2012 pada 16:43
sy juga cukup sering ke Bdg, tp tetep aja kayak punya rasa sendiri setiap ke Bdg.. Mungkin krn pernah ngerasain sekolah di Bdg juga ya..
[Balas]
17 November 2012 pada 10:16
Welcome to bandung…salam kenal dari orang bandung
[Balas]
28 Desember 2012 pada 15:21
Lama saya tak ketempat Ira-Ari …
sekalinya kesini … sudah ada Malya …
Aaahhh senangnya …
Salam saya Ira-Ari
[Balas]