Diposting pada 01 Januari 2012 oleh Irawan
Theobroma cacao adalah nama sains dari pohon cacao. Kata tersebut adalah kombinasi dari kata Yunani Theobroma (yang berarti makanan untuk Tuhan) dan kata Aztec kuno ‘cacahuatl’, yang kemudian diucapkan ‘cacao’ oleh penjelajah Spanyol. Biji cacao tidak hanya berperan sebagai bahan minuman cokelat ‘xocotlatl’, tetapi juga digunakan sebagai barang barter yang cukup berharga. 10 biji dapat ditukarkan untuk seekor kelinci. Suku Indian Maya adalah yang pertama menanam pohon cacao untuk diambil buahnya. Lanjutkan Membaca
Diposting pada 04 September 2011 oleh Ariyanti
Telur seringkali menjadi makanan pendamping untuk hidangan sehari-hari, seperti nasi goreng, soto, atau bubur ayam. Biasanya telur diolah dengan digoreng menjadi telur ceplok dan telur dadar atau direbus. Ada satu metode merebus telur yang belum banyak dikenal. Jika biasanya telur direbus bersama kulitnya, metode ini telur direbus tanpa kulit. Hasil rebusan telur tersebut dikenal dengan nama poached egg, jika diterjemahkan artinya sama, telur rebus. Lanjutkan Membaca
Diposting pada 29 Mei 2011 oleh Irawan
Bandung adalah salah satu daerah yang kaya dengan jajanan-nya. Biasanya nama jajanan disingkat sehingga menghasilkan nama yang lebih ear-catching, misalnya combro, cireng, dan yang akan saya bahas kali ini, cimol. Cimol adalah kependekan dari aci digemol. Sesuai namanya, jajanan yang satu ini dibuat dari tepung kanji (aci) yang dibentuk bulat-bulat (digemol), kemudian digoreng. Lanjutkan Membaca
Diposting pada 05 Maret 2011 oleh Irawan
Buah-buahan baik untuk kesehatan tubuh kita. Banyak cara untuk menikmati buah, selain dikonsumsi secara langsung. Beberapa diantaranya adalah jus, rujak, atau tradisi barat dengan dibuat salad. Tetapi tahukah anda dengan istilah lotis? Saya terinspirasi ketika istri ngidam buah-buahan dan membuat lotis beberapa hari yang lalu. Meskipun dengan bahan-bahan seadanya (yang ada di kulkas), acara lotisan tetap lanjut. Lanjutkan Membaca
Diposting pada 08 Juli 2010 oleh Irawan
Tahukah anda? Pizza pertama kali dijual pada tahun 1830 di restoran yang bernama Port Alba (Naples, Italy). Cara memasak pizza di restoran tersebut cukup unik karena alat pemanas ovennya adalah lahar panas dari gunung berapi Vesuvius. Salah satu pizza yang sangat populer saat itu adalah Mastunicola, pizza dengan topping lemak babi, susu kambing, keju, dan kemangi. (Referensi: majalah GADIS 17/2007 dan wikipedia) Lanjutkan Membaca
Diposting pada 05 Juli 2010 oleh Ariyanti
Nasi timlo adalah masakan khas Solo, Jawa Tengah. Yang terdiri dari campuran nasi, mie putih (soun), suwiran daging ayam, sosis solo, dan telur kecap. Kebetulan nasi timlo solo menjadi pilihan makan malam saya saat jalan-jalan di Pondok Indah Mall. Saya mendapatkannya diĀ restoran Sate Khas Senayan. Meskipun bukan menu andalan, tetapi lumayan mengobati rasa kangen dengan nasi timlo. Lanjutkan Membaca
Diposting pada 08 Mei 2010 oleh Ariyanti
Satu lagi kopi nusantara hinggap di dapur. Kali ini saya mencoba kopi toraja, kopinya Sulawesi. Kopi ini termasuk yang paling mudah didapat dibandingkan dengan jenis kopi yang lain. Karena saya sering melihat kemasan kopi ini dijual di supermarket. Ketika berbelanja, saya pun tertarik untuk mencoba kopi khas Sulawesi Selatan ini. Lanjutkan Membaca
Diposting pada 20 April 2010 oleh Ariyanti
Kita tidak perlu meniru budaya yang tidak baik untuk menghangatkan diri. Tidak perlu minum minuman keras (beralkohol) untuk mencari kehangatan. Indonesia memiliki minuman tradisional yang memiliki khasiat lebih dahsyat untuk menghangatkan diri. Satu diantaranya yaitu wedang ronde. Selain bisa menghangatkan, minuman ini dipercaya bermanfaat bagi kesehatan kita. Lanjutkan Membaca
Diposting pada 09 Maret 2010 oleh Ariyanti
Apa sih yang membedakan teh yang biasa kita minum dengan teh gaya Maroko. Pada prinsipnya sama. Hanya saja di Maroko biasanya mereka meminum teh dengan ditambahkan daun mint. Sehingga biasa dikenal dengan moroccan mint tea, atau kalau dilokalkan jadi teh mint Maroko. Minuman ini cocok kita minum pada saat musim hujan seperti sekarang ini. Lanjutkan Membaca
Diposting pada 28 Februari 2010 oleh Ariyanti
Saya suka kopi. Tetapi saya memiliki teman yang gila kopi. Hobinya mengumpulkan berbagai jenis kopi, baik dari dalam negeri atau luar negeri. Efek samping dari memiliki teman penggemar kopi adalah saya seringkali kebagian jatah kopi. Kali ini saya mendapatkan kesempatan mencicipi kopi Sumatra, kopi lintong. Lanjutkan Membaca