Ayam goreng, bila dimasak dengan benar, adalah salah satu makanan paling enak di dunia. Kami melacak sepuluh fakta menarik tentang asal dan sejarah pokok ini, serta beberapa tips praktis tentang cara membuat kumpulan sempurna di dapur Anda sendiri.

8 Hal yang Tidak Anda Ketahui tentang Fried Chicken

Fried Chicken Diciptakan oleh Skotlandia

Sebenarnya orang Skotlandia itulah yang pertama menggoreng ayam dengan lemak (seluruh dunia biasanya memanggang atau merebusnya), dan mereka membawa hidangan itu ke Amerika.

Sebelum Perang Dunia II, Itu Hidangan Acara Khusus

Sampai awal 1900-an, ayam goreng adalah hidangan yang biasanya disediakan untuk acara-acara khusus dan liburan, karena kelangkaan relatif ayam musim semi dan kebutuhan akan volume lemak yang tinggi. Waktu persiapan yang panjang juga berarti jarang ditemukan pada menu restoran.

Perbudakan dan Segregasi adalah Penting untuk Naiknya Popularitas

Budak pada umumnya diizinkan memelihara ayam, jadi menggorengnya pada kesempatan khusus selama tahun-tahun sebelum perang menjadi hal yang lumrah. Dan karena banyak restoran ditutup untuk orang kulit hitam karena pemisahan, ayam goreng menjadi hidangan yang disukai karena fakta bahwa ia bepergian dengan baik di era sebelum pendinginan.

Tidak semua Ayam Cocok untuk Digoreng

Hari ini, hampir semua ayam yang Anda temukan di supermarket atau toko daging adalah ayam pedaging, yang telah dibiakkan secara khusus agar cocok untuk semua jenis masakan, termasuk menggoreng. Karena burung yang lebih tua lebih keras dan membutuhkan memasak lama pada suhu rendah, pada hari-hari awal hanya ayam muda (ayam jantan atau ayam jantan) yang cocok untuk panas tinggi dan waktu memasak cepat ayam goreng. Fakta bahwa ini hanya tersedia di musim semi dan musim panas membuat hidangan itu lebih menjadi barang mewah.

Ada Varian di Seluruh Dunia

Ayam goreng mungkin terkait paling dekat dengan Amerika, tetapi dalam kenyataannya Anda dapat menemukan variasi di seluruh dunia. Di Korea, itu digoreng dua kali dan dicelupkan ke dalam saus manis dan pedas; di Jepang dipotong menjadi potongan-potongan kecil dan digoreng dengan gaya yang mirip dengan tempura (dan disebut karaage); di Thailand diberi bumbu yang kuat dan disajikan bersama nasi ketan; dan di Senegal dilapisi tepung kacang.

Baca juga : Rayakan Hari Martin Luther King Dengan Lima Makanan MLK Favorit

Ayam Panas Gaya Nashville Mungkin Yang Tidak Sehat dari Semua

Ayam goreng gaya Nashville, yang legendaris karena sangat pedas, jelas memiliki momen sekarang, dengan KFC yang ikut serta. Tetapi Anda mungkin ingin berpikir dua kali sebelum memanjakan diri: Setelah ayam masuk ke dalam penggorengan, ayam itu langsung masuk ke dalam tong berisi minyak yang diinfus Chili, menendang jumlah kalori ke tingkat stratosfer.

Ada Tiga Metode Penggorengan Primer

Dalam hal menggoreng ayam, ada tiga metode utama: menggoreng, yang akan menggoreng ayam secara merata dan merupakan cara termudah; menggoreng bertekanan (atau “memanggang”), yang memakan waktu lebih sedikit dari menggoreng tradisional dan umumnya menghasilkan burung yang lebih segar; dan menggoreng dengan wajan besi cor, yang merupakan teknik paling kuno dan dianggap yang terbaik karena kecoklatan yang cukup dan tingkat kontrol yang lebih tinggi.

The Fryer Pressure Adalah Rahasia Keberhasilan KFC

Kolonel Harland Sanders bersikeras bahwa ayamnya digoreng saat mengoperasikan restoran pertamanya, tetapi ia juga tidak senang dengan kenyataan bahwa metode tradisional itu memakan waktu lebih dari setengah jam, terlalu lama untuk restoran konvensional. Sanders membeli salah satu alat pemasak bertekanan komersial pertama yang pernah diproduksi pada tahun 1939 dan mengubahnya menjadi alat penggoreng bertekanan (langkah yang sangat berbahaya, di belakang), dan menemukan bahwa ayam yang dihasilkan sama baiknya dengan ayam gorengnya, dan dimasak di separuh waktu. Perkembangan ini tidak hanya mengatur panggung untuk kesuksesan KFC, tetapi juga memainkan peran besar dalam membawa ayam goreng keluar dari dapur rumah dan masuk ke restoran.